BerandaPolitikWabup Sleman Danang Maharsa Hadiri Konfercab GPM, Marhaenisme Didorong Kembali Jadi Gerakan...

Wabup Sleman Danang Maharsa Hadiri Konfercab GPM, Marhaenisme Didorong Kembali Jadi Gerakan Kerakyatan

spot_img

Foto: Pelaksanaan Konfercab II DPC GPM Kabupaten Sleman di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman sebagai momentum konsolidasi dan penegasan komitmen gerakan kerakyatan di Sleman.

 

SLEMAN, jendelainfo.co.id – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya menghidupkan kembali gerakan Marhaenis yang berpihak pada kepentingan rakyat. Penegasan itu mengemuka dalam Konferensi Cabang (Konfercab) II GPM Sleman bertema “Kaki Merapi Bersatu, Bergerak Bersama Marhaenis”, Sabtu (5/9/2026), di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman.

Konfercab dipimpin Antonius Fokki Ardiyanto, S.IP., selaku pemegang mandat dari DPP GPM. Momentum pelaksanaan pada 5 September dinilai memiliki makna historis karena bertepatan dengan Maklumat 5 September 1945 tentang bergabungnya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ke dalam Republik Indonesia.

Antonius menegaskan GPM bukan organisasi seremonial yang hanya berkutat pada rapat, atribut maupun jargon. Menurutnya, keberhasilan organisasi harus diukur dari keberpihakan dan manfaatnya bagi masyarakat.

“GPM adalah organisasi perjuangan. Kader harus turun ke bawah, membaca penderitaan rakyat, memahami ketimpangan dan berani memperjuangkan kepentingan kaum Marhaen,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar Marhaenisme tidak berhenti sebagai identitas politik maupun wacana di ruang seminar. Kader GPM, kata dia, harus memiliki keberanian ideologis dan keberpihakan nyata terhadap masyarakat yang menghadapi ketidakadilan.

Senior Marhaenis sekaligus Dewan Pembina DPP GPM, Bambang Setyo Martono, mengingatkan kader agar tidak hanya mewarisi nama besar Bung Karno, tetapi juga semangat keberanian dan keberpihakannya kepada rakyat.

“Jangan warisi Bung Karno hanya namanya. Warisi keberaniannya, keberpihakannya dan keberaniannya melawan ketidakadilan,” tegas Bambang.

Sementara itu, senior Marhaenis Sleman yang diwakili Kabul Mudji Basuki menyatakan kesiapannya berjalan bersama generasi muda untuk membangun kembali kekuatan kerakyatan di Sleman.

Ia menyerukan agar GPM bersama para senior Marhaenis menjadikan Sleman sebagai wilayah yang semakin berpihak kepada kepentingan rakyat.

Konfercab II GPM Sleman turut dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. Ia berharap Marhaenisme tidak hanya menjadi pengetahuan sejarah, tetapi diwujudkan sebagai nilai perjuangan dalam kehidupan masyarakat.

“Marhaenisme harus menjadi obor penerang bagi kader-kader Marhaenis di Sleman. Warisan ideologi Bung Karno harus terus dijaga, dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Danang.

Menurutnya, keberadaan organisasi kepemudaan yang memiliki kepedulian terhadap persoalan rakyat tetap memiliki ruang penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dalam Konfercab II tersebut, kepengurusan DPC GPM Kabupaten Sleman ditetapkan melalui musyawarah mufakat. Setiyo Budiono alias Budi Black dipercaya sebagai Ketua DPC GPM Sleman, Kabul Mudji Basuki sebagai Ketua Dewan Pembina, dan Bindi Dwi Raharjo sebagai Ketua Dewan Penasehat.

Budi Black menegaskan kepemimpinannya akan diarahkan untuk membesarkan organisasi sekaligus memastikan GPM memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya berjanji GPM Sleman akan besar. Tetapi kebesaran GPM tidak boleh hanya besar secara struktur. GPM harus besar karena keberpihakannya, gerakannya dan manfaatnya bagi rakyat Marhaen,” tegasnya.

Konfercab II GPM Sleman pun menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan bahwa gerakan Marhaenis di Sleman ingin kembali hadir di tengah persoalan masyarakat.

Dengan semangat “Kaki Merapi Bersatu, Bergerak Bersama Marhaenis”, GPM Sleman menyatakan siap memperkuat organisasi dan mengambil bagian dalam perjuangan kerakyatan di Bumi Kaki Merapi.

(Arif/jendelainfo)

 

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img