BerandaPertanianURC POPT Sleman Bergerak Cepat Cegah Serangan Hama Meluas di Lahan Pertanian

URC POPT Sleman Bergerak Cepat Cegah Serangan Hama Meluas di Lahan Pertanian

spot_img

Foto: jajaran Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, BP4 Wilayah VII, serta tim POPT dalam kegiatan Unit Reaksi Cepat (URC) Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan di Kapanewon Berbah, Sleman. (Foto: Dok. DP3 Sleman)

 

SLEMAN, jendelainfo.co.id — Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat langkah pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) melalui Unit Reaksi Cepat (URC) POPT. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Kapanewon Berbah, Senin (1/9/2026), dengan menyasar sejumlah lahan pertanian di empat kalurahan.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Liem Astuti, mengatakan Berbah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan URC karena berdasarkan prakiraan serangan OPT, wilayah tersebut memiliki potensi serangan sekaligus keragaman OPT yang relatif paling luas dibandingkan wilayah lainnya.

“Berbah dipilih karena dari hasil prakiraan serangan OPT, wilayah ini memiliki wilayah serangan dan keragaman OPT yang paling luas di antara wilayah yang lain,” kata Liem Astuti saat dikonfirmasi jendelainfo, Selasa (1/9/2026).

Pengamatan OPT dalam kegiatan tersebut dilakukan di empat kalurahan, yakni Kalitirto, Tegaltirto, Jogotirto, dan Sendangtirto.

Kegiatan URC melibatkan sejumlah unsur terkait, di antaranya Kepala DP3 Sleman beserta jajaran, Bidang Tanaman Pangan, Seksi Pengendalian OPT, Brigade Proteksi Tanaman BPTP DIY, Katimker Penyuluh Pertanian Sleman, PPL, BP4 Wilayah VII, serta POPT Kabupaten Sleman.

Menurut Liem, keberadaan URC menjadi bagian penting dalam upaya mengantisipasi serangan OPT agar tidak berkembang dan meluas ke areal pertanian lainnya.

“Tujuan Unit Reaksi Cepat di antaranya untuk bisa mengantisipasi meluasnya serangan OPT pada komoditas yang dibudidayakan, sehingga hasil produksinya bisa optimal sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.

Menjaga Produksi di Tengah Penyusutan Lahan

Liem menambahkan, pengendalian OPT menjadi semakin penting di tengah tantangan berkurangnya luas lahan pertanian. Karena itu, peningkatan produktivitas tidak hanya dilakukan melalui perluasan lahan, tetapi juga dengan mengoptimalkan produksi dari lahan yang masih tersedia.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penggunaan benih unggul yang dibarengi dengan antisipasi dan pengendalian serangan OPT secara maksimal.

“Di tengah tantangan luas lahan pertanian yang semakin berkurang, langkah untuk mempertahankan produksi di antaranya adalah dengan penggunaan benih unggul dan antisipasi serangan OPT agar dapat dikendalikan dengan maksimal,” jelasnya.

Menurutnya, pengendalian sejak dini diperlukan agar potensi gangguan terhadap tanaman dapat diketahui lebih cepat dan ditangani sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi petani.

Ke depan, Pemkab Sleman berharap kegiatan URC POPT dapat dilaksanakan lebih rutin. Pelaksanaannya juga diharapkan dapat dibagi berdasarkan wilayah binaan masing-masing Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Sleman.

“Dengan demikian, pengamatan dan respons terhadap serangan OPT bisa dilakukan lebih cepat sesuai wilayah binaan masing-masing,” pungkas Liem.

(Arif/jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img