Foto: Foto bersama anggota PHRI Gunungkidul dalam acara Gunungkidul Tourism Unity Ride 2026 dalam rangka memperkuat kolaborasi dan ekosistem pariwisata Gunungkidul.
GUNUNGKIDUL, jendelainfo.co.id – Momentum Hari Pariwisata Dunia dimanfaatkan tiga organisasi pelaku pariwisata di Kabupaten Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) menggelar Gunungkidul Tourism Unity Ride 2026.
Kegiatan tersebut bukan sekadar touring bersama, tetapi menjadi momentum untuk menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem industri pariwisata di Bumi Handayani.
Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyata, SH, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 158 peserta dan menjadi bagian dari peringatan Hari Pariwisata Dunia.
“Iya, kami tiga asosiasi di Gunungkidul, PHRI, PPJI dan HPI, mengadakan touring bersama dalam rangka Hari Pariwisata Dunia,” kata Sunyata saat dikonfirmasi JendelaInfo.co.id, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Pusat HPI Imam, Ketua BPD PHRI DIY Dedy, serta para ketua cabang tiga asosiasi di Gunungkidul, yakni Sunyata dari PHRI, Wanto dari PPJI dan Anas dari HPI.

Menurut Sunyata, kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong kemajuan industri pariwisata. Masing-masing organisasi maupun pelaku usaha tidak dapat bekerja sendiri apabila ingin membangun sektor pariwisata secara berkelanjutan.
“Untuk memajukan industri pariwisata kita tidak bisa berdiri dan berjalan sendiri-sendiri. Harus saling berkolaborasi dari semua asosiasi dan semua stakeholder,” ujarnya.
Ia mengatakan Tourism Unity Ride 2026 sekaligus ingin menunjukkan bahwa tiga asosiasi pelaku pariwisata tersebut mampu berjalan bersama dan membangun komunikasi lintas sektor.
“Kegiatan kami ini ingin menunjukkan bahwa kita mampu berjalan bersama,” kata Sunyata.
Bangun Ekosistem Pariwisata
Lebih jauh, Sunyata menekankan pentingnya membangun ekosistem dalam industri pariwisata. Menurutnya, kemajuan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan destinasi wisata.

“Kita harus menciptakan ekosistem dalam dunia industri pariwisata. Jika suatu industri pariwisata sudah terbentuk ekosistemnya, insyaallah akan maju,” ujarnya.
Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui perjalanan Tourism Unity Ride 2026 yang dimulai dari RM Bu Tiwi Tan Tlogo.
Dari titik start, rombongan bergerak menuju Rest Area Nglindur, Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo. Di lokasi tersebut, peserta tidak hanya berhenti untuk beristirahat, tetapi juga diajak menggerakkan ekonomi masyarakat dengan membeli produk-produk UMKM setempat.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan perjalanan wisata dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha lokal.
Dari Nglindur, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan Rongkop, sebelum bergerak menuju kawasan pesisir selatan Gunungkidul.
Rangkaian perjalanan berakhir di Pantai Gesing Wonderland. Di lokasi tersebut, PHRI, PPJI dan HPI Gunungkidul memperkuat komitmen kolaborasi melalui penandatanganan kesepakatan bersama.

Kesepakatan itu menjadi simbol kesatuan langkah tiga organisasi dalam mendorong kemajuan industri pariwisata Gunungkidul.
Kolaborasi tersebut tidak hanya mencakup sektor akomodasi dan restoran, tetapi juga jasa boga, pramuwisata, UMKM serta berbagai pemangku kepentingan yang berkaitan dengan aktivitas pariwisata.
Dengan keterhubungan antarsektor tersebut, pengembangan destinasi diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sunyata berharap kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak terhadap kemajuan pariwisata Gunungkidul.
“Kami berharap industri pariwisata Gunungkidul akan semakin maju dan akan menjadi daerah tujuan wisata,” pungkasnya.
Tourism Unity Ride 2026 pun menjadi lebih dari sekadar perjalanan bersama. Kegiatan ini menjadi simbol upaya PHRI, PPJI dan HPI untuk membangun jejaring, menggerakkan UMKM, serta memperkuat ekosistem pariwisata Gunungkidul melalui kolaborasi lintas pelaku dan stakeholder.
(Arif/jendelainfo)



