BerandaDaerahTarget KB Pria di Kabupaten Semarang Lampaui Kuota Semester I 2026, Minat...

Target KB Pria di Kabupaten Semarang Lampaui Kuota Semester I 2026, Minat MOP Terus Meningkat

spot_img

Foto: Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyapa dan bersalaman dengan jajaran ASN usai memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Kabupaten Semarang di halaman Kantor Bupati, Senin (29/6/2026). Momentum Harganas 2026 mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” sebagai penguatan peran keluarga dalam membangun generasi berkualitas.

 

UNGARAN, jendelainfo.co.id – Program Keluarga Berencana (KB) pria melalui Metode Operasi Pria (MOP) di Kabupaten Semarang menunjukkan capaian positif. Hingga semester I tahun 2026, target akseptor baru yang ditetapkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN telah berhasil dipenuhi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono Widagdo, mengatakan target delapan akseptor KB pria baru pada tahun ini telah tercapai. Bahkan, saat ini masih terdapat calon akseptor yang menunggu giliran untuk mendapatkan layanan.

“Animo masyarakat, khususnya kaum pria, terus meningkat. Kami akan mengantisipasi kebutuhan layanan melalui perubahan anggaran agar antrean dapat segera terlayani,” ujar Dewanto usai Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Kabupaten Semarang di halaman Kantor Bupati Semarang, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, kesadaran pria untuk berpartisipasi dalam program KB terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Pada 2025 lalu, target sebanyak 10 akseptor KB pria juga berhasil dipenuhi.

Peningkatan partisipasi tersebut dinilai sejalan dengan tema Harganas 2026, yakni “Ayah Wajib Hadir”, yang menekankan pentingnya peran ayah dalam membangun keluarga berkualitas.

Sebagai bentuk implementasi tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Semarang menerbitkan Surat Edaran Bupati Semarang Nomor 400.13.42.1/09969 Tahun 2026. Edaran tersebut mengimbau seluruh perangkat daerah hingga pemerintah desa untuk melaksanakan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (Gemar) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (Gamas) pada tahun ajaran baru.

“Kehadiran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus aktif dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Membangun keluarga berkualitas merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat membacakan sambutan tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dalam sambutan tersebut disampaikan tiga pilar utama pembangunan keluarga, yakni peningkatan kesehatan keluarga melalui percepatan penurunan stunting, pendidikan karakter yang menanamkan disiplin dan kejujuran, serta penguatan ketahanan mental anggota keluarga.

Menteri juga menegaskan bahwa keberhasilan membangun generasi unggul tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu. Kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan stabilitas kepribadian anak.

(AR/jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img