Foto: Atlet anggar muda Kabupaten Sleman, Jasmine Saskia Puteri, berswafoto membawa dua medali perunggu yang diraihnya pada ajang East Java Open Fencing Championship 2026 Series 2 di GOR Gajah Mada, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (27/9/2026).
SLEMAN, jendelainfo.co.id – Usianya baru 14 tahun, tetapi prestasi Jasmine Saskia Puteri di arena anggar mulai mencuri perhatian. Atlet muda Kabupaten Sleman itu berhasil meraih dua medali perunggu dalam East Java Open Fencing Championship Series 2 di Kota Batu, Jawa Timur, 25–27 September 2026.
Jasmine yang merupakan siswi kelas IX SMP Negeri 2 Mlati, Sleman, naik podium setelah meraih medali perunggu pada nomor Sabel Putri U14 dan U18. Tidak hanya itu, ia juga berani turun di kategori Senior U20 yang mempertemukannya dengan atlet-atlet berusia lebih senior dan memiliki jam terbang lebih tinggi.
East Java Open Fencing Championship Series 2 sendiri diikuti atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Pesertanya antara lain berasal dari DKI Jakarta, Bandung, Mojokerto, Probolinggo, Bojonegoro, Sidoarjo, Surabaya, Klaten, DI Yogyakarta, NTB hingga Sulawesi Selatan.
Dua medali tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan Jasmine sekaligus menambah pengalaman bertandingnya di tengah persaingan antaratlet dari berbagai daerah.
Prestasi itu diraih melalui proses latihan yang disiplin bersama Ares Fencing Club Sleman di bawah binaan pelatih Arman dan Oim. Jasmine juga mendapat pembinaan dari IKASI Sleman di bawah kepemimpinan Arif dan Ivan.

Jasmine mengaku bersyukur sekaligus senang dapat membawa pulang dua medali dari Kota Batu setelah mengikuti rangkaian kejuaraan selama lima hari di Jawa Timur.
“Pastinya aku bersyukur dan senang sekali. Tidak sia-sia lima hari di Jawa Timur, aku bisa bawa pulang dua medali perunggu dari dua kategori yang berbeda, yaitu U14 dan U18,” kata Jasmine, Senin(28/9/2026).
“Aku senang banget bisa mendapat pengalaman bertanding melawan atlet-atlet senior dan skala nasional,” ujarnya.
Jasmine pun berharap dapat semakin sering mengikuti kejuaraan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi untuk menambah pengalaman sekaligus meningkatkan kemampuannya.
“Aku berharap bisa sering ikut kejuaraan-kejuaraan yang kelasnya nasional lainnya,” tuturnya.
Setelah East Java Open, Jasmine bertekad meningkatkan intensitas dan kedisiplinan latihan. Dua agenda yang menjadi target berikutnya adalah POPDA 2027 dan PORDA 2027.
“Aku akan lebih semangat dan disiplin berlatih karena masih banyak kejuaraan menanti, terutama POPDA 2027 dan PORDA 2027,” katanya.
Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan Jasmine. Orang tua berharap perkembangan prestasinya di cabang olahraga anggar berlangsung secara bertahap, baik dalam peningkatan peringkat di tingkat daerah maupun nasional.
Namun, prestasi olahraga tidak boleh membuat pendidikan Jasmine terabaikan. Orang tua menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara latihan, kompetisi, dan pendidikan akademik.
“Sebagai orang tua, saya berharap step by step, rangking Jasmine di olahraga anggar bisa naik, baik rangking daerah maupun nasional. Tapi yang pasti Jasmine tidak boleh mengabaikan sekolahnya karena hingga dia dewasa kelak harus punya bekal akademik,” ujarnya.
Prestasi olahraga, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi salah satu bekal yang menunjang perjalanan karier Jasmine di masa depan.
Dengan dua medali perunggu di East Java Open dan pengalaman menembus 8 besar kategori Senior U20, Jasmine kini memiliki tambahan modal untuk terus berkembang. Bagi atlet muda Sleman tersebut, podium di Kota Batu bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi juga bagian dari proses menuju persaingan anggar yang lebih tinggi.
(Arif/jendelainfo)



