BerandaDaerahSK Tata Tanam Sleman Jadi Acuan Pembagian Air Irigasi dan Kepastian Waktu...

SK Tata Tanam Sleman Jadi Acuan Pembagian Air Irigasi dan Kepastian Waktu Tanam Petani

spot_img

Foto: Petugas pengairan dan pengelola SDA meninjau saluran irigasi pertanian di Kabupaten Sleman untuk memastikan kelancaran distribusi air dan mendukung keterpaduan tata tanam.

 

SLEMAN, jendelainfo.co.id — Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat pengelolaan sumber daya air untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Salah satunya melalui Surat Keputusan (SK) Tata Tanam dan Pola Tanam Kabupaten Sleman yang menjadi dasar pengaturan pola serta waktu tanam dengan mempertimbangkan ketersediaan air pada setiap daerah irigasi.

Staf Seksi Perencanaan Teknis dan Pembinaan Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Aryanto, S.T., menjelaskan SK tersebut berfungsi sebagai pedoman dalam menentukan jenis tanaman, luas lahan yang ditanami, serta waktu pelaksanaan musim tanam I, II, dan III.

“SK tata tanam dan pola tanam menjadi dasar pengaturan pola dan waktu tanam pada satu daerah irigasi dengan mempertimbangkan ketersediaan air,” kata Aryanto saat dikonfirmasi jendelainfo, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, keberadaan SK tersebut juga menjadi dasar dalam pengaturan distribusi air irigasi. Kebutuhan air tanaman disesuaikan dengan ketersediaan sumber air sehingga pemberian air dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Selain itu, SK menjadi pedoman bagi pengelola jaringan irigasi, termasuk petugas pengairan serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) maupun Gabungan P3A (GP3A), dalam menjalankan operasi dan pengaturan jaringan irigasi.

Pengaturan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara Pemkab Sleman, Komisi Irigasi, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), khususnya Bidang SDA, petugas pengairan, serta P3A/GP3A.

Aryanto menambahkan, SK tata tanam juga penting sebagai instrumen antisipasi ketika ketersediaan air tidak mencukupi. Dengan adanya rencana pola dan waktu tanam, pengelolaan air dapat disesuaikan dengan kondisi sumber daya air yang tersedia.

Efisiensi Air hingga Kurangi Konflik

Dari sisi manfaat, penerapan SK tata tanam dan pola tanam dinilai dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi. Pemberian air dapat disesuaikan dengan rencana luas lahan dan pola tanam yang telah ditetapkan.

Pengaturan yang jelas juga dapat mengurangi potensi konflik dalam pembagian air karena terdapat rencana dan kesepakatan yang menjadi acuan bersama bagi petani dan pengelola irigasi.

Bagi petani, kepastian pola tanam memberikan gambaran yang lebih jelas dalam menentukan waktu tanam maupun jenis tanaman yang akan dibudidayakan.

“Dengan pola tanam yang terencana, ketersediaan air bisa lebih terukur sehingga diharapkan turut mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman,” jelasnya.

SK tersebut juga mendukung upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian dan sumber daya air, sekaligus mengurangi risiko kekeringan, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Dalam pengelolaan jaringan irigasi, pengaturan pola tanam juga dapat digunakan untuk mendukung pemeliharaan jaringan, termasuk menentukan waktu pengeringan jaringan apabila diperlukan.

Tak kalah penting, keberadaan SK menjadi dasar evaluasi pengelolaan irigasi. Realisasi luas tanam dan pola tanam dapat dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan sehingga pemerintah dan pengelola irigasi dapat melakukan evaluasi serta perbaikan.

Dengan demikian, SK Tata Tanam dan Pola Tanam Kabupaten Sleman tidak hanya mengatur kapan dan apa yang ditanam, tetapi menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan air, kebutuhan pertanian, efisiensi irigasi, dan ketahanan pangan daerah.

(Arif/jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img