Foto: Tim satgas percepatan MBG kabupaten Sleman melakukan sidak di beberapa SPPG.
SLEMAN, jendelainfo.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sleman menemukan sejumlah catatan teknis dalam sidak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari lalapan yang masih basah, pengelolaan limbah, hingga penerapan SOP di area dapur.
Sekda Sleman sekaligus Ketua Satgas MBG Sleman, Abu Bakar, mengatakan sidak dilakukan secara bertahap dengan menyasar sekitar 10 SPPG sebagai sampel. Hingga Kamis (24/9/2026), sebanyak enam SPPG telah diperiksa. Enam SPPG tersebut merupakan lokasi yang sudah didatangi tim untuk melihat langsung penerapan SOP, bukan berarti seluruhnya dinyatakan bermasalah.
“Yang kita cek mulai tempat ganti sandal, ganti baju, SOP penyajian, penyimpanan barang basah dan kering, pengiriman, sampai pembuangan sampah dan limbah,” kata Abu Bakar saat dikonfirmasi Jendelainfo, Kamis (24/9/2026).
Salah satu temuan teknis adalah lalapan yang seharusnya dimasukkan ke dalam ompreng dalam kondisi kering masih ditemukan basah. Satgas juga mengecek kebersihan dapur, pencucian ompreng, kendaraan pengangkut makanan, serta tata kelola pergerakan orang dari area dapur menuju tempat penyajian.
Pengelolaan limbah juga menjadi perhatian, termasuk proses sortir bahan makanan yang tidak layak digunakan seperti telur. Abu menyebut pengelolaan limbah di SPPG wilayah Bangunkerto yang sebelumnya sempat mendapat keluhan kini telah mengalami perbaikan.
Selain aspek teknis, Satgas memeriksa kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). SPPG yang belum memenuhi persyaratan atau ditemukan memiliki persoalan serius dapat dikenai suspend atau penghentian operasional sementara sampai ketentuan yang dipersyaratkan dipenuhi.
Hasil sidak selanjutnya menjadi bahan pemberian catatan perbaikan dan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) serta koordinator wilayah. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan MBG di Sleman, termasuk setelah adanya evaluasi terhadap kasus kesehatan pasca distribusi makanan.
(Arif/jendelainfo)



