BerandaKesehatanRSA UGM Operasikan Mobil Listrik eKarsa, Antar Pasien Sekaligus Dukung Green Hospital

RSA UGM Operasikan Mobil Listrik eKarsa, Antar Pasien Sekaligus Dukung Green Hospital

spot_img

Foto: Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito bersama jajaran UGM menjajal mobil listrik eKarsa usai peluncuran di RSA UGM, Sleman, Rabu (22/7/2026). Kendaraan listrik tersebut dioperasikan untuk meningkatkan layanan pasien sekaligus mendukung konsep green hospital.

SLEMAN, jendelainfo.co.id – Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) resmi mengoperasikan mobil listrik eKarsa sebagai kendaraan operasional untuk melayani pasien sekaligus mendukung penerapan konsep green hospital, Rabu (22/7/2026).

Peluncuran eKarsa ditandai dengan serah terima hibah satu unit kendaraan listrik dari Ketua Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik UGM, Prof. Hanung Adi Nugroho, kepada Direktur Utama RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B.Subsp.Onk(K).

Direktur Utama RSA UGM, Dr. Darwito, mengatakan eKarsa akan melayani mobilitas pasien dari lobi sisi selatan menuju sisi utara rumah sakit sehingga pasien tidak perlu berjalan jauh.

“Kami menargetkan penambahan kendaraan listrik ini secara bertahap hingga empat unit. Selain itu, RSA UGM juga sedang mengadakan ambulans listrik sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Mobil listrik eKarsa mampu mengangkut delapan penumpang, memiliki waktu pengisian daya sekitar satu jam, serta dirancang tanpa sudut tajam untuk meningkatkan keamanan pengguna.

Menurut Darwito, penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen RSA UGM dalam menekan emisi karbon. Rumah sakit juga terus mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan melalui panel surya serta pengolahan sampah menjadi biogas.

Sementara itu, Prof. Hanung Adi Nugroho menyebut kolaborasi DTETI FT UGM dan RSA UGM tidak hanya sebatas pengembangan kendaraan listrik, tetapi juga menjadi langkah awal berbagai inovasi teknologi kesehatan.

“RSA UGM dapat menjadi living laboratory bagi sivitas akademika UGM untuk mengembangkan teknologi yang mendukung layanan kesehatan yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat hilirisasi hasil riset UGM sehingga inovasi kampus dapat diimplementasikan secara nyata dalam pelayanan kesehatan.

(Jon/Jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img