Foto: Danramil 02 Pakem, Kapt. Arm. Wahyu Kumcoro, memberikan materi Wawasan Kebangsaan dan Kepemimpinan kepada ratusan kader PKS DIY dalam kegiatan Kemah Bela Negara (KEMBARA) di Bumi Perkemahan Karang Pramuka, Kaliurang, Sleman, Jumat (4/9/2026).
SLEMAN, jendelainfo.co.id – Ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti Kemah Bela Negara (KEMBARA) di Bumi Perkemahan Karang Pramuka, Kaliurang, Sleman, Jumat (4/9/2026).
Digelar di kawasan lereng Gunung Merapi, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda perkemahan. Para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, bela negara, kepemimpinan, kedisiplinan, serta kerja sama tim.
Pembukaan KEMBARA dipimpin Bendahara DPW PKS DIY, Sofyan Setyo Darmawan, S.T., M.Eng., yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Sofyan mengatakan KEMBARA merupakan bagian dari proses pendidikan dan pembinaan kader. Menurut dia, kegiatan tersebut dirancang untuk membangun keseimbangan antara ketahanan fisik, keteguhan hati, dan kemampuan berpikir.
“Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas fisik. Ini merupakan bagian dari perangkat pendidikan yang menyentuh fisik, hati, dan akal,” kata Sofyan.
Ia menyebut KEMBARA juga menjadi momentum evaluasi terhadap proses pembinaan anggota sekaligus memperkuat nilai komitmen, keikhlasan, dan rasa saling percaya.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, penting tidak hanya dalam kehidupan organisasi, tetapi juga ketika kader menjalankan peran di tengah masyarakat.
“Setiap tantangan harus dilandasi niat ibadah dan semangat untuk memberikan manfaat serta berkhidmat kepada masyarakat,” ujarnya.
Pembekalan dalam KEMBARA turut menghadirkan unsur TNI. Komandan Koramil 02 Pakem, Kapt. Arm. Wahyu Kumcoro, menjadi pemateri dalam sesi Bela Negara dan Leadership.
Wahyu mengajak peserta memahami bela negara secara lebih luas. Menurutnya, bela negara tidak semata-mata berkaitan dengan pertahanan fisik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pembangunan dan kehidupan sosial.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas kepemimpinan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Menurut Wahyu, seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan jabatan atau posisi. Kepemimpinan harus dibangun melalui gagasan, visi, serta kemampuan menerjemahkan gagasan tersebut menjadi tindakan.
“Kepemimpinan sejati diukur dari kedalaman gagasan, visi, serta aksi nyata,” ujarnya.
Selain kemampuan memimpin, Wahyu menilai seorang pemimpin perlu mampu merangkul potensi generasi muda serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dalam konteks pembangunan bangsa, Wahyu juga menyoroti pentingnya evaluasi diri dan kemampuan bekerja dalam tim.
Menurutnya, berbagai persoalan tidak dapat dihadapi secara individual. Diperlukan kerja sama, kesamaan arah, serta loyalitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
“Kerja sama tim dan loyalitas terhadap satu komando menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan bangsa secara konstruktif,” katanya.
KEMBARA menjadi salah satu sarana pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan bagi kader PKS DIY. Melalui aktivitas di alam terbuka, peserta dihadapkan pada kegiatan yang menuntut kedisiplinan, ketahanan, kemampuan beradaptasi, serta kerja sama.
Suasana kawasan Kaliurang di lereng Merapi pun menjadi bagian dari proses pembelajaran tersebut.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat menjadi bekal bagi para kader untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus meningkatkan kontribusi mereka di tengah masyarakat.
(Arif/jendelainfo)



