BerandaDaerahProgres Jalan Krapyak-Wonosari Sleman Tembus 91,59 Persen, Rampung Sebelum 19 Oktober

Progres Jalan Krapyak-Wonosari Sleman Tembus 91,59 Persen, Rampung Sebelum 19 Oktober

spot_img

Foto: Pekerjaan peningkatan Jalan Krapyak-Wonosari Sleman terus dikebut, dengan progres mencapai 91,59 persen.

 

SLEMAN, jendelainfo.co.id — Pekerjaan peningkatan Jalan Krapyak-Wonosari sepanjang 0,68 kilometer di Kabupaten Sleman terus menunjukkan progres signifikan. Hingga memasuki Minggu ke-12 September 2026, realisasi pekerjaan telah mencapai 91,592 persen.

Capaian tersebut jauh melampaui progres yang direncanakan. Berdasarkan data sementara Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, pada periode tersebut progres yang direncanakan sebesar 22,164 persen, sedangkan realisasi mencapai 91,592 persen, sehingga terdapat deviasi positif 69,428 persen.

Paket pekerjaan tersebut merupakan Peningkatan Jalan Paket 1 Krapyak-Wonosari, yang dikerjakan oleh CV Taring Padi dengan nilai anggaran Rp3.070.975.000. Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 120 hari kalender, dengan batas akhir kontrak pada 19 Oktober 2026.

Pelaksana lapangan dari pihak penyedia jasa, Maryadi, mengatakan pelaksanaan pekerjaan hingga saat ini berjalan lancar dan tidak menghadapi kendala signifikan.

“Progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 91 persen. Selama pekerjaan tidak ada kendala yang signifikan,” ujar Maryadi saat dikonfirmasi JendelaInfo, Kamis (17/9/2026).

Dengan progres yang telah mencapai lebih dari 90 persen, pihak penyedia jasa optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sebelum batas akhir kontrak.

Progres Sejumlah Paket Jalan

Sementara itu, Sekretaris DPUPKP Kabupaten Sleman Fauzan Ma’ruf, ST, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara Bidang Bina Marga, sejumlah paket peningkatan jalan juga menunjukkan perkembangan pekerjaan.

Selain Paket Krapyak-Wonosari, Peningkatan Jalan Paket 2 Ngawen-Kenteng telah mencapai realisasi 86,404 persen, dari rencana 21,836 persen, dengan deviasi positif 64,568 persen.

Kemudian Paket 3 Sedogan-Sempu mencatat realisasi 86,083 persen, sedangkan progres yang direncanakan sebesar 74,857 persen. Paket ini memiliki deviasi positif 11,226 persen.

Untuk Paket 4 Pugeran-Paingan, realisasi tercatat 21,340 persen dari rencana 17,540 persen, atau deviasi positif 3,800 persen.

Selanjutnya, Paket 6 Donoasih-Ngemplak mencapai realisasi 39,091 persen, dari rencana 31,144 persen, dengan deviasi positif 7,947 persen.

Paket 7 Losari-Gayamharjo mencatat realisasi 71,367 persen, dibandingkan rencana 43,480 persen, atau deviasi positif 27,887 persen. Sementara Paket 8 Kenaran-Losari mencapai 44,872 persen dari rencana 43,303 persen, dengan deviasi 1,569 persen.

Adapun Paket 9 Pundong-Klaci menjadi salah satu paket yang masih berada di bawah target, dengan realisasi 24,076 persen dari rencana 30,166 persen, sehingga tercatat deviasi negatif 6,090 persen.

Untuk Paket 10 Diro-Kwayuhan, realisasi mencapai 53,920 persen dari rencana 48,267 persen, dengan deviasi positif 5,653 persen. Kemudian Paket 11 Serut-Krikilan terealisasi 39,647 persen dari rencana 39,128 persen, atau deviasi positif 0,519 persen.

Sementara Paket 12 Sanggrahan-Manukan mencapai realisasi 17,329 persen dari rencana 12,889 persen, dengan deviasi positif 4,440 persen. Sedangkan Paket 13 Kentungan-Gemawang telah mencapai 92,580 persen dari rencana 79,780 persen, dengan deviasi positif 12,800 persen.

Fauzan menegaskan, percepatan progres pekerjaan harus tetap diiringi dengan pengendalian kualitas. Menurutnya, pencapaian target waktu tidak boleh mengurangi mutu pekerjaan maupun kelengkapan administrasi.

“Harapannya pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan, baik dari sisi waktu, mutu, maupun administrasi,” kata Fauzan.

Ia juga mengimbau agar kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas. Jika terdapat kendala di lapangan yang berpotensi menghambat pencapaian target, penyedia jasa diminta segera berkoordinasi untuk mencari solusi bersama.

Dengan progres yang telah mencapai 91,592 persen, pekerjaan Jalan Krapyak-Wonosari kini tinggal menyelesaikan bagian akhir pekerjaan sebelum batas waktu kontrak pada 19 Oktober 2026.

(Arif/jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img