Foto: Ketua umum koni Sleman, Haris Sutarta.
SLEMAN, jendelainfo.co.id — Olahraga domino mendapat sinyal positif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman untuk berkembang menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) resmi. Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) didorong aktif melakukan sosialisasi sekaligus mempersiapkan persyaratan administrasi agar domino dapat masuk dalam pembinaan olahraga prestasi di Sleman.
Sinyal tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Sleman, Haris Sutarta, saat menghadiri pembukaan Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI di Pendopo Parasamya, Kompleks Kantor Bupati Sleman, Minggu (27/9/2026).
Haris mengatakan, KONI Sleman terbuka terhadap cabang olahraga yang telah memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk berada dalam pembinaan KONI. Ia menyebut keberadaan kepengurusan Orado di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu modal awal untuk pengembangan olahraga domino.
“Kami selaku KONI yang menaungi semua cabang olahraga yang sudah memenuhi syarat dan terdaftar, saya berharap karena di Pengda KONI Daerah Istimewa Yogyakarta, Orado ini sudah terbentuk,” ujar Haris.
Menurutnya, langkah berikutnya adalah memperkuat organisasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dinilai penting agar masyarakat memahami bahwa domino yang selama ini dikenal luas sebagai permainan dapat dikembangkan dengan aturan, sistem pertandingan, pembinaan, dan sportivitas sebagai bagian dari olahraga.
Haris juga mendorong jajaran pengurus Orado untuk segera melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang dibutuhkan apabila ingin menjadi salah satu cabang olahraga di bawah KONI Sleman.
“Harapan kami, pengurus cabor ini gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk mempersiapkan persyaratan administrasi untuk menjadi salah satu cabor di KONI Sleman,” katanya.
Ia menilai domino memiliki modal sosial yang kuat karena permainan tersebut telah dikenal luas oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi itu dapat menjadi potensi untuk dikembangkan menjadi olahraga yang lebih terstruktur dan kompetitif.
“Sebenarnya domino ini merupakan permainan yang sudah merakyat, bahkan di seluruh Indonesia. Maka perlu disosialisasikan aturan-aturan yang dalam bentuk olahraga. Kami berharap konsep bermain di masyarakat juga bermaterikan olahraga,” pesan Haris.
Dengan dukungan organisasi dan aturan pertandingan yang jelas, domino berpeluang dikembangkan melalui kompetisi berjenjang, pembinaan atlet, serta pencarian bibit-bibit baru yang memiliki kemampuan berpikir analitis, konsentrasi, strategi, dan pengambilan keputusan.
Turnamen Domino Orado 101 Piala Panglima TNI sendiri menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan domino sebagai olahraga kompetitif sekaligus memperluas penerimaan masyarakat terhadap olahraga tersebut.
Jika proses organisasi dan persyaratan administrasi dapat dipenuhi, domino berpotensi menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Sleman.
(Arif/jendelainfo)



