Foto: Forkopimda Kulon Progo turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Menoreh.
KULON PROGO, jendelainfo.co.id – Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menghadapi kondisi tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kulon Progo turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, Jumat (25/9/2026).
Sebanyak 16 armada tangki air bersih dikerahkan menuju dua wilayah terdampak, yakni Padukuhan Watubelah, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, dan Padukuhan Sengkreh, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap.
Aksi tersebut melibatkan Pemkab Kulon Progo, Polres Kulon Progo, Kodim 0731/Kulon Progo, BPBD, Perumda PDAM Tirta Binangun, serta sejumlah OPD terkait.
Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko bersama Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat dan Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf. Dyan Niti Sukma bahkan ikut turun langsung mengisi bak penampungan, toren, jeriken, dan galon milik warga.
Tak hanya menyalurkan air, Forkopimda juga meninjau mobil water treatment milik Brimob yang mampu mengolah air menjadi air siap konsumsi. Untuk memastikan kualitas air, ketiga pimpinan daerah tersebut turut mencoba langsung air hasil pengolahan.
Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat mengatakan penanganan kekeringan membutuhkan sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
“Kita di sini bukan hanya membawa nama instansi masing-masing, tetapi seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang bersinergi,” ujarnya.
Di Watubelah, lebih dari 100 warga, khususnya RT 45, telah mengalami kesulitan mendapatkan air selama sekitar tiga bulan. Dukuh Watubelah Sutatik mengatakan sumur bor sedalam 120 meter yang dibangun sebelumnya belum mampu menghasilkan air.
Kondisi medan yang menanjak juga membuat distribusi air dari rumah ke rumah sulit dilakukan. Warga harus mengambil air dari bak penampungan dan toren masjid dengan berjalan kaki melewati medan terjal.
“Kami berharap ke depan ada solusi pembuatan sumur bor yang benar-benar memadai,” kata Sutatik.
Wakil Bupati Ambar Purwoko mengatakan kekeringan tidak cukup ditangani melalui distribusi air bersih. Upaya jangka panjang perlu dilakukan untuk menjaga ketersediaan sumber air di kawasan perbukitan.
Menurutnya, reboisasi perlu digencarkan menjelang musim penghujan agar dalam jangka panjang persoalan kekeringan dapat ditekan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widada mengatakan distribusi bantuan air telah dilakukan secara masif. Hingga saat ini tercatat 323 tangki air dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat telah disalurkan kepada wilayah terdampak.
Pemkab Kulon Progo juga memperpanjang status Siaga Darurat Kekeringan hingga 31 Desember 2026, menyusul prediksi kemarau yang masih berlangsung hingga akhir tahun.
Selain distribusi air, Forkopimda Kulon Progo turut menggelar bazar sembako murah bagi masyarakat kurang mampu. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi dampak kemarau panjang di wilayah perbukitan Menoreh.
(Arif/jendelainfo)



