BerandaDaerahKekeringan Gunungkidul Makin Parah, IHGMA dan Dompet Dhuafa Salurkan 61 Tangki Air...

Kekeringan Gunungkidul Makin Parah, IHGMA dan Dompet Dhuafa Salurkan 61 Tangki Air Bersih ke Tepus

spot_img

Foto: IHGMA bersama Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kapanewon Tepus, Gunungkidul. Sebanyak 61 tangki air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau.

 

GUNUNGKIDUL, jendelainfo.co.id – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Gunungkidul membuat sebagian masyarakat harus berjuang mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah kondisi tersebut, kepedulian sosial hadir melalui kolaborasi Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) bersama Dompet Dhuafa.

Keduanya menyalurkan 61 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di wilayah Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (29/08/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) IHGMA sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.

Dari total 61 tangki yang disalurkan, sebanyak 25 tangki air bersih diberikan kepada masyarakat di Gubug Sinau, Padukuhan Wunut, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, yang merupakan salah satu wilayah binaan Dompet Dhuafa.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga di tengah keterbatasan sumber air.

Ketua IHGMA, Iwan Ridwan M, mengatakan kehadiran IHGMA di tengah masyarakat tidak semata-mata untuk memberikan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap warga yang membutuhkan.

“Kami melihat kebutuhan air bersih masyarakat Gunungkidul, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan, masih sangat tinggi. Karena itu, kami berusaha hadir melalui program CSR ini. Semoga apa yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Iwan.

Menurutnya, kepedulian sosial menjadi bagian penting dari semangat IHGMA. Sebagai organisasi profesi di bidang hospitality, IHGMA tidak hanya dituntut berkembang dalam industri perhotelan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bantuan ini mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan kekeringan, tetapi kami percaya bahwa kebaikan sekecil apa pun akan memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan. Semoga setetes kepedulian hari ini dapat menjadi mata air harapan bagi masyarakat,” katanya.

Iwan juga mengapresiasi kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Kami sangat menghargai semangat kebersamaan seluruh tim IHGMA dan Dompet Dhuafa. Ketika kita bergandengan tangan, kepedulian menjadi lebih kuat dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Mudah-mudahan kolaborasi ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Wunut, bantuan air bersih memiliki arti penting. Kondisi kekeringan membuat warga menghadapi keterbatasan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Perwakilan warga Wunut, Ngadiran, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada IHGMA dan Dompet Dhuafa atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Bagi kami, air bukan hanya kebutuhan, tetapi bagian dari kehidupan. Bantuan ini sangat berarti dan benar-benar meringankan beban masyarakat,” tutur Ngadiran.

Ia berharap kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan dapat terus dilakukan sehingga warga yang mengalami kesulitan air bersih tidak merasa sendiri dalam menghadapi musim kemarau.

“Mudah-mudahan bantuan seperti ini terus berlanjut. Kami warga Wunut sangat terbantu. Terima kasih kepada IHGMA dan Dompet Dhuafa yang sudah datang dan peduli kepada kami,” pungkasnya.

Penyaluran 61 tangki air bersih untuk warga Tepus menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat Gunungkidul yang menghadapi dampak musim kemarau.

Kolaborasi antara organisasi profesi, lembaga sosial, dan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa bantuan terhadap warga terdampak kekeringan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Bagi masyarakat yang tengah mengalami kesulitan air bersih, bantuan satu tangki sekalipun memiliki arti besar karena menyangkut kebutuhan dasar kehidupan sehari-hari.

(Arif/jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img