BerandaNasionalJasa Raharja DIY Sasar Generasi Muda untuk Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan

Jasa Raharja DIY Sasar Generasi Muda untuk Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan

spot_img

Foto: Peserta kegiatan sosialisasi taat bayar pajak kendaraan bermotor berfoto bersama usai mengikuti edukasi yang digelar Jasa Raharja DIY bersama Yayasan Jiwa Petani Murakabi.

 

YOGYAKARTA, jendelainfo.co.id — PT Jasa Raharja Cabang Yogyakarta bersama Yayasan Jiwa Petani Murakabi menggencarkan edukasi kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor kepada generasi muda.

Kegiatan tersebut menyasar anggota Karang Taruna, komunitas petani, instruktur, hingga kelompok wanita tani (KWT), dengan melibatkan sejumlah mitra dalam ekosistem Samsat, yakni Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Provinsi DIY dan kepolisian.

Kabag Administrasi Jasa Raharja DIY, Muhammad Danepo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi rutin bersama mitra untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kewajiban membayar pajak kendaraan.

“Harapannya ini bisa menumbuhkan kesadaran para pemuda, khususnya pemilik kendaraan, untuk taat membayar pajak,” kata Danepo kepada awak media, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, pemahaman mengenai pajak kendaraan perlu dibangun sejak dini. Masyarakat perlu mengetahui bahwa pembayaran pajak merupakan bagian dari ekosistem kesamsatan yang memiliki manfaat kembali kepada masyarakat.

Danepo menjelaskan, salah satu manfaat tersebut berkaitan dengan perlindungan yang diberikan Jasa Raharja kepada korban kecelakaan lalu lintas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita harus mengenalkan dulu bagaimana ekosistem kita di kesamsatan. Dana itu memang berguna untuk menjamin seluruh pengendara. Kita menggugah rasa memiliki bahwa salah satu kewajiban pemilik kendaraan adalah melakukan pembayaran pajak,” ujarnya.

Danepo menyebut tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan di DIY selama ini tergolong baik. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara Jasa Raharja, BPKA, kepolisian, dan mitra lainnya dalam ekosistem Samsat.

Namun, ia menegaskan upaya peningkatan kepatuhan tetap harus dilakukan karena masih terdapat pemilik kendaraan yang belum memenuhi kewajibannya.

“DIY masih baik. Namun tetap harus ditingkatkan, karena tidak ada kepatuhan yang sampai 100 persen. Pasti masih ada yang harus kita tingkatkan,” katanya.

Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan, khususnya di kalangan anak muda, adalah menjadikan pembayaran pajak kendaraan sebagai bagian dari prioritas pengeluaran.

Menurut Danepo, edukasi menjadi salah satu langkah penting agar pemilik kendaraan memahami kewajiban sekaligus manfaat dari pembayaran pajak.

“Bagaimana pajak ini bisa menjadi prioritas, itu yang harus kita tingkatkan kepada para pemilik kendaraan bermotor,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan dari Jasa Raharja, BPKA Provinsi DIY, dan kepolisian mengenai ekosistem Samsat, prosedur pembayaran pajak, hingga pemanfaatan dana yang kembali kepada masyarakat.

Kemudahan pembayaran juga menjadi bagian dari edukasi. Danepo mengatakan masyarakat saat ini memiliki sejumlah pilihan untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan, termasuk melalui layanan daring dan fasilitas yang disediakan BPKA DIY.

“Pembayaran bisa dilakukan selain di Samsat, juga secara online. Bahkan sudah tersedia mesin yang disiapkan BPKA DIY, mulai dari proses pendaftaran hingga cetak notice pajaknya,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Jiwa Petani Murakabi, Dwi Susilowati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi yang dilakukan bersama Jasa Raharja.

Pada kegiatan sebelumnya, masyarakat diberikan edukasi mengenai fasilitas dan mekanisme pelayanan Jasa Raharja apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Kalau kegiatan pertama, kita menyosialisasikan bagaimana masyarakat bisa mendapatkan fasilitas dari Jasa Raharja apabila terjadi kecelakaan. Sekarang kita sosialisasi tentang taat pajak kendaraan,” kata Dwi.

Kali ini, sasaran utama adalah generasi muda dari berbagai organisasi Karang Taruna. Peserta berasal dari Karang Taruna Pleret, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman, serta kalangan instruktur dan KWT.

Dwi mengatakan generasi muda dipilih karena kesadaran tertib pajak perlu ditanamkan sejak dini.

“Selama ini yang taat dan disiplin masih banyak dari ibu-ibu dan bapak-bapak. Karena itu, Karang Taruna ini dari dini kita ajak untuk bisa tertib pajak,” ujarnya.

Ia menegaskan edukasi yang diberikan tidak hanya sebatas kewajiban membayar pajak kendaraan. Para peserta juga diajak memahami bahwa pajak merupakan sumber penerimaan yang digunakan kembali untuk kepentingan masyarakat melalui berbagai program dan pelayanan.

“Enggak cuma pajak kendaraan. Kita juga menyadarkan bahwa pajak itu memang dari rakyat dan untuk rakyat,” katanya.

Dwi mencontohkan, dalam ekosistem Jasa Raharja, pembayaran kewajiban kendaraan berkaitan dengan dukungan terhadap perlindungan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman generasi muda sekaligus mendorong kepatuhan pembayaran pajak kendaraan di DIY.

“Harapan kami sosialisasi ini benar-benar bisa tersasar dan semakin meningkatkan pajak di DIY, sehingga PAD lebih banyak dan masyarakat lebih sejahtera,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menargetkan lebih dari 200 peserta dari berbagai unsur kepemudaan, komunitas, dan kelompok masyarakat.

(Arif/jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img