Foto: PLH Kasipenkum Kejati DIY Widi Wicaksono, S.H,M.H, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kejati DIY, Rabu (02/09/2026).
YOGYAKARTA, jendelainfo.co.id — Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY) menggelar upacara dan syukuran memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kejati DIY tersebut digelar dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Peringatan tahun ini mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil, dan Humanis.”
Hal tersebut disampaikan PLH Kasipenkum Kejati DIY Widi Wicaksono kepada awak media, Rabu (02/09/2026) di Loby Kejati DIY.
“Peringatan Hari Lahir Kejaksaan menjadi momentum bagi seluruh insan Adhyaksa untuk kembali mengingat peran Kejaksaan sebagai pengawal cita-cita proklamasi sekaligus penjaga martabat bangsa,” ujarnya.
Momentum tersebut juga menjadi pengingat agar tugas penegakan hukum dijalankan dengan pengabdian yang tulus kepada institusi, bangsa, dan negara.
Penggunaan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dalam rangkaian peringatan tahun ini memiliki makna tersendiri. PDL melambangkan kesiapsiagaan insan Adhyaksa untuk senantiasa hadir, bekerja, dan memberikan pengabdian kepada masyarakat.
“Tema yang diangkat mencerminkan tekad Kejaksaan untuk mengembalikan dan memperkuat kepercayaan masyarakat melalui penegakan hukum yang berintegritas, adil, serta mengedepankan pendekatan humanis,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Kejaksaan memiliki posisi strategis dalam sistem penegakan hukum nasional. Karena itu, transformasi sistem penuntutan dan penguatan peran Advocaat General menjadi salah satu agenda strategis untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 sebagaimana diamanatkan dalam RPJPN 2025-2045.
Seluruh kebijakan dan langkah Kejaksaan juga diarahkan agar selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Dalam menjalankan proses penegakan hukum, Kejaksaan menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Kolaborasi tersebut mencakup lembaga penegak hukum lainnya, kementerian dan lembaga pemerintah, akademisi, hingga masyarakat sipil.
Meski demikian, kerja sama tersebut tetap harus dilaksanakan dengan menjaga independensi, obyektivitas, dan integritas Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum.
Setiap insan Adhyaksa juga diingatkan untuk menjaga integritas, mengedepankan kesederhanaan, serta memelihara kehormatan dan kewibawaan institusi.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pengamalan Doktrin Tri Krama Adhyaksa, khususnya nilai kejujuran, kesempurnaan, dan kebijaksanaan.
Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung
Dalam kesempatan tersebut, Widi juga menyampaikan tujuh perintah harian Jaksa Agung yang menjadi pedoman bagi seluruh insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas.
Pertama, menerapkan nilai-nilai Ketuhanan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan.
Kedua, mengembalikan kehormatan dan marwah Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang memberikan manfaat serta keadilan kepada masyarakat.
Ketiga, mendukung Asta Cita serta menyukseskan program prioritas maupun direktif Presiden sesuai tugas dan fungsi Kejaksaan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Keempat, menggunakan hati nurani dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan secara profesional dengan menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan.
Kelima, membangun sinergi yang harmonis dan mewujudkan kolaborasi yang produktif antarkementerian, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan.
Keenam, menjunjung tinggi kesederhanaan dalam bertugas dan bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan integritas dan keteladanan insan Adhyaksa.
Ketujuh, meningkatkan kepekaan terhadap dinamika masyarakat dan perkembangan hukum serta bertindak secara cepat dan tepat dalam menghadapi perubahan situasi.
Tujuh perintah tersebut menjadi penegasan bahwa upaya membangun kembali kepercayaan publik tidak hanya berkaitan dengan hasil penegakan hukum, tetapi juga dengan integritas, keteladanan, profesionalisme, dan keberpihakan pada rasa keadilan masyarakat.
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 diharapkan menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen seluruh insan Adhyaksa untuk menghadirkan penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga adil, berintegritas, dan humanis.
(Arif/jendelainfo)



