BerandaPariwisataGunungkidul Tourism Fest 2026 Dorong Desa Wisata, UMKM, dan Ekonomi Kreatif Makin...

Gunungkidul Tourism Fest 2026 Dorong Desa Wisata, UMKM, dan Ekonomi Kreatif Makin Ngrejekeni

spot_img

Foto: Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, S.IP., M.Si.

 

GUNUNGKIDUL, jendelainfo.co.id – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga kembali menggelar Gunungkidul Tourism Fest (GTF) 2026) pada 26 September 2026.

Event tersebut menjadi bagian dari peringatan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia sekaligus rangkaian Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, S.IP., M.Si., mengatakan GTF 2026 mengusung tema “Gunungkidul Bumi Handayani, Lestari, Ngrejekeni”.

“Gunungkidul Tourism Fest 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat potensi pariwisata daerah yang berbasis pada kekayaan alam, budaya, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Eko saat dikonfirmasi jendelainfo, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, tema tersebut menggambarkan semangat Gunungkidul sebagai Bumi Handayani yang terus bergerak membangun pariwisata secara berkelanjutan, menjaga kelestarian warisan alam dan budaya, sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Tahun ini diselenggarakan di Desa Wisata Tepus sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul atas capaiannya meraih penghargaan Wonderful Indonesia Awards atau WIA,” ujarnya.

Eko menjelaskan, GTF 2026 tidak hanya dirancang sebagai kegiatan hiburan. Festival ini juga menjadi ruang promosi, apresiasi, edukasi, dan kolaborasi bagi desa wisata, pelaku UMKM, komunitas kopi, seni budaya, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat.

“Melalui event ini, berbagai potensi lokal diharapkan dapat semakin dikenal oleh wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi,” katanya.

Konsep penyelenggaraan GTF 2026, lanjut Eko, mengedepankan semangat pariwisata yang lestari dan ngrejekeni. Lestari berarti pengembangan pariwisata tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kelestarian budaya, serta kearifan lokal.

“Sementara ngrejekeni mencerminkan harapan agar aktivitas pariwisata mampu menciptakan perputaran ekonomi, membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan belanja wisatawan dan lama tinggal wisatawan di Kabupaten Gunungkidul serta memberikan manfaat yang nyata bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Beragam kegiatan akan dihadirkan dalam GTF 2026, antara lain pagelaran seni budaya, pertunjukan musik, pameran dan bazar UMKM, kuliner lokal, pameran potensi desa wisata, ekonomi kreatif, aktivitas komunitas kopi, serta berbagai atraksi lainnya.

Eko menambahkan, GTF 2026 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat promosi destinasi wisata sekaligus mendorong pemerataan manfaat pariwisata.

“Desa wisata dan masyarakat lokal ditempatkan sebagai bagian penting dalam ekosistem pariwisata, sehingga event tidak hanya menghadirkan wisatawan, tetapi juga mendorong mereka untuk datang, mengenal, menikmati Kabupaten Gunungkidul,” ungkapnya.

Ia berharap penyelenggaraan GTF 2026 dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan pariwisata.

“Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam membangun sektor pariwisata Gunungkidul yang semakin inklusif, berkelanjutan, kreatif, dan berdaya saing,” pungkas Eko.

(Arif/jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img