BerandaPeristiwaDriver Maxim Tolak Program Turbo, Soroti Order dan Pendapatan yang Makin Tertekan

Driver Maxim Tolak Program Turbo, Soroti Order dan Pendapatan yang Makin Tertekan

spot_img

Foto: Massa aksi driver maxim melakukan aksi teatrikal didepan kantor cabang Maxim Yogyakarta.

 

SLEMAN, jendelainfo.co.id – Ratusan pengemudi Maxim menggelar aksi di Yogyakarta, Rabu (23/9/2026), dengan membawa sejumlah tuntutan terkait kebijakan aplikator yang dinilai berdampak terhadap pendapatan mereka.

Massa yang diperkirakan sekitar 200 orang tersebut berasal dari Yogyakarta, Solo, dan Magelang. Mereka mengawali aksi dari Taman Kuliner Condongcatur, kemudian melakukan konvoi menuju Dinas Perhubungan (Dishub) DIY dan berakhir di kantor Maxim.

Salah satu tuntutan utama driver adalah penolakan terhadap program Turbo. Program berbayar tersebut dinilai memberikan prioritas order kepada pengemudi yang mengikutinya. Driver yang tidak menggunakan Turbo mengeluhkan peluang mendapatkan order menjadi lebih rendah.

Selain Turbo, massa meminta penyesuaian tarif transportasi, evaluasi potongan aplikator, serta penghentian penerimaan mitra baru.

Menurut koordinator aksi, Wuri, meskipun pemerintah telah menetapkan pembatasan potongan atau komisi aplikasi maksimal 8 persen, para driver masih merasa pendapatan mereka tertekan.

Persoalan yang disoroti massa tidak hanya menyangkut komisi, tetapi juga skema biaya lain yang dinilai secara akumulatif mengurangi pendapatan pengemudi. Di antaranya platform fee yang dibebankan kepada penumpang di luar tarif serta pemotongan PPN secara langsung dari saldo pengemudi.

Driver juga menilai terus bertambahnya jumlah mitra membuat persaingan mendapatkan order semakin ketat. Kondisi tersebut, menurut massa, membuat pengemudi harus bekerja lebih lama untuk memperoleh pendapatan.

“Kenapa tuntutan itu harus direalisasikan, karena kebijakan itu sangat merugikan bagi para driver,” kata Wuri.

Perwakilan manajemen Maxim menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi para pengemudi.

Terkait program Turbo, Maxim menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan tetap membuka ruang dialog dengan para driver.

Sementara mengenai penerimaan mitra baru, pihak Maxim mengatakan penambahan dilakukan dengan mempertimbangkan data pelanggan. Meski demikian, manajemen menyatakan akan melakukan evaluasi.

“Untuk tuntutan driver, masih dilakukan evaluasi dari pihak Maxim,” ujar perwakilan manajemen.

Sebelum mendatangi kantor Maxim, massa juga menyampaikan aspirasi kepada Dishub DIY. Mereka meminta pemerintah memfasilitasi pertemuan dengan pihak manajemen Maxim.

Aspirasi tersebut diterima Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub DIY, Rizki Utomo. Dishub DIY menyatakan akan memfasilitasi dan menjembatani mediasi antara driver dan manajemen Maxim yang diminta digelar pada 30 September 2026.

Massa menegaskan mereka membutuhkan kejelasan dan ketegasan dari pihak manajemen terkait tuntutan tersebut.

(Arif/jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img