BerandaPeristiwaDisebut “Gerombolan”, Ratusan Driver Maxim Geruduk Kantor, Oknum Manajemen Akhirnya Minta Maaf

Disebut “Gerombolan”, Ratusan Driver Maxim Geruduk Kantor, Oknum Manajemen Akhirnya Minta Maaf

spot_img

Foto: Massa aksi driver maxim menggelar aksi di depan kantor cabang Maxim di jalan Seturan, Rabu (23/9/2026)

 

SLEMAN, jendelainfo.co.id – Ratusan driver Maxim menggelar aksi di depan kantor Maxim Yogyakarta, Rabu (23/9/2026). Selain mempersoalkan sejumlah kebijakan aplikator, kemarahan massa dipicu ucapan salah satu oknum manajemen yang disebut menyebut para driver sebagai “gerombolan” dan “sales”.

Salah satu orator driver Maxim, Pipit, mengatakan ucapan tersebut menjadi persoalan serius bagi massa aksi. Para driver meminta pihak yang menyampaikan ucapan tersebut hadir, memberikan klarifikasi, dan meminta maaf secara terbuka.

Menurut Pipit, para pengemudi datang untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penyelesaian terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi. Karena itu, massa meminta pihak manajemen tidak menganggap driver yang menyampaikan aspirasi sebagai sekadar “gerombolan”.

Setelah ditunggu-tunggu massa, oknum manajemen Maxim yang disebut mengeluarkan ucapan “gerombolan” akhirnya datang ke lokasi aksi.

Di hadapan massa driver Maxim, yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas ucapan yang telah dilontarkannya.

“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas kebodohan saya dan atas kata-kata saya yang mengatakan gerombolan,” ucapnya di hadapan massa.

Permintaan maaf tersebut menjadi salah satu momen penting dalam aksi. Sebelumnya, massa secara tegas meminta pihak yang mengeluarkan ucapan tersebut hadir dan bertanggung jawab secara terbuka.

Massa aksi yang diperkirakan sekitar 200 orang tersebut tidak hanya berasal dari Yogyakarta, tetapi juga Solo dan Magelang. Mereka mengawali aksi dari Taman Kuliner Condongcatur, kemudian melakukan konvoi menuju Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) DIY sebelum melanjutkan aksi ke kantor Maxim.

Di depan kantor Maxim, massa menggelar orasi dan aksi teatrikal. Aksi sempat memanas ketika sejumlah staf kantor Maxim keluar dan hendak pulang.

Massa meminta seluruh staf tetap berada di kantor hingga aspirasi mereka mendapatkan kejelasan. Kondisi kemudian kembali normal setelah para staf Maxim kembali masuk ke dalam kantor.

Aksi juga diwarnai penyegelan kantor Maxim oleh para driver.

Meski permintaan maaf telah disampaikan secara terbuka, massa driver Maxim tetap meminta manajemen memberikan kejelasan terhadap sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan.

Salah seorang staf kantor Maxim sebelumnya mengatakan aspirasi dari para driver sebenarnya telah dilayangkan kepada pihak manajemen sekitar dua pekan sebelumnya.

Perwakilan manajemen Maxim menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi para pengemudi dan tetap membuka ruang dialog dengan driver.

Sebelum mendatangi kantor Maxim, massa terlebih dahulu menuju Dishub DIY. Mereka meminta pemerintah daerah menjadi mediator antara driver dan manajemen Maxim.

Aspirasi massa diterima Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub DIY, Rizki Utomo. Dishub DIY menyatakan akan memfasilitasi dan menjembatani pertemuan antara driver dengan pihak manajemen Maxim.

Massa meminta proses mediasi tersebut dilakukan pada 30 September 2026.

Koordinator aksi, Wuri mengatakan massa akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar apabila pihak manajemen Maxim tidak memberikan kejelasan dan tidak mengakomodasi tuntutan mereka.

Massa juga meminta kantor Maxim tidak beroperasi terlebih dahulu hingga Senin setelah proses audiensi dan mediasi dengan Dishub DIY.

(Arif/jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img