BerandaLifestyleDari Vandalisme ke Grafiti, Merapi Flames Graff Battle Buka Ruang Kreatif Anak...

Dari Vandalisme ke Grafiti, Merapi Flames Graff Battle Buka Ruang Kreatif Anak Muda

spot_img

Foto: Merapi Flames Graff Battle 2026.

 

SLEMAN, jendelainfo.co.id – Kegiatan Merapi Flames Graff Battle akan digelar pada 24 Oktober 2026 di Desa Bronggang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Sleman. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas seni grafiti secara positif.

Ketua panitia Merapi Flames Graff Battle, Megi, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keinginannya memberi wadah bagi anak muda, khususnya pelaku seni jalanan, agar dapat mengekspresikan kreativitas secara terarah. Hal itu dikonfirmasi kepada JendelaInfo, Selasa (22/9/2026).

Menurut Megi, grafiti tidak selalu identik dengan vandalisme. Jika diarahkan melalui kegiatan dan ruang yang tepat, seni jalanan dapat berkembang menjadi ekosistem kreatif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelakunya.

“Saya ingin mewadahi teman-teman anak muda supaya karya mereka tersalurkan dengan baik. Grafiti tidak selamanya jelek, tetapi juga bisa menjadi ruang kreativitas dan bahkan menjadi rezeki,” ujar Megi.

Megi mengaku pernah melakukan vandalisme sebelum mengenal grafiti. Dari pergaulannya dengan komunitas seni jalanan, ia melihat banyak anak muda memiliki potensi besar yang perlu diarahkan melalui kegiatan positif. Selama ini Megi juga setiap setahun sekali membuat event musik lokal, mulai metal, hardcore dan hip-hop.

Ide Merapi Flames Graff Battle kemudian dibawa kepada teman-teman di desanya dan sejumlah pihak, termasuk Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan warga karena karya grafiti akan dibuat pada tembok milik masyarakat.

Selain lomba, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi. Para pelaku grafiti senior akan berbagi pengalaman mengenai perjalanan dari aktivitas vandalisme menuju karya grafiti yang lebih terarah.

Megi berharap Merapi Flames Graff Battle dapat digelar secara rutin dan menjadi agenda tahunan. Dengan adanya wadah tersebut, anak muda yang sebelumnya melakukan aksi corat-coret sembarangan diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan bakatnya.

“Harapannya mereka punya wadah. Kalau ada kegiatan seperti ini, mereka bisa termotivasi untuk ikut lomba, belajar grafiti dan tidak asal coret-coret,” katanya.

Sementara itu, Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro, menyambut positif pelaksanaan Merapi Flames Graff Battle. Ia menilai kegiatan tersebut kreatif dan inovatif karena memberikan kesempatan kepada pemuda untuk mengekspresikan bakat seni dalam kegiatan yang positif.

“Daripada mereka melakukan vandalisme di tempat publik, lebih baik bakatnya disalurkan melalui kegiatan seperti ini. Semoga kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak muda untuk mengembangkan potensi sekaligus memberikan edukasi yang baik tentang vandalisme,” ujar Danang.

(Arif/jendelainfo)

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

spot_img