Foto: Kepala DP3 Kabupaten Sleman Liem Astuti bersama jajaran dan panitia Mini Kontes Ikan Louhan Piala Bima Cup saat persiapan penyelenggaraan kontes ikan louhan di Sleman. (Foto: Dok. DP3)
SLEMAN, jendelainfo.co.id – Penggemar ikan hias, khususnya ikan louhan, bakal kembali berkumpul dalam ajang Mini Kontes Ikan Louhan Piala Bima Cup yang digelar di Farm LUX AQUATIC Yogyakarta, Jumat (28/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Louhan Club Indonesia (LCI) Jateng Chapter Yogyakarta tersebut berskala regional dan umum. Kontes diperkirakan diikuti sekitar 150 ikan louhan dari berbagai daerah.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Liem Astuti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah untuk mendorong kecintaan masyarakat terhadap ikan hias sekaligus memperkuat komunitas penghobi louhan.
“Dengan adanya event ini harapannya akan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap ikan hias, termasuk ikan louhan, meningkatkan silaturahmi antaranggota komunitas, serta meningkatkan peluang bisnis,” kata Liem Astuti saat dikonfirmasi jendelainfo, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk semakin memperkenalkan Kabupaten Sleman sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi dalam pengembangan sektor ikan hias.
Ketua Pelaksana Mini Kontes Ikan Louhan Piala Bima Cup, Arie Susilo, menjelaskan kontes terbagi dalam sejumlah kelas berdasarkan ukuran dan jenis ikan.
Kelas yang diperlombakan meliputi CCE, CHE, dan FME dengan ukuran maksimal 12 sentimeter. Kemudian CCD, CHD, dan FMD untuk ukuran 12–16 sentimeter, serta GBD untuk ukuran 16 sentimeter.
Adapun CCE merupakan Zhen Zhu Extra Small, CHE Cinghoa Extra Small, dan FME Free Marking Extra Small. Sementara CCD adalah Cenxu Baby Size, CHD Cinghoa Baby Size, FMD Free Marking Baby Size, serta GBD Golde Base Baby Size.
Penilaian kontes dilakukan berdasarkan sejumlah aspek fisik dan karakteristik ikan. Juri akan melihat anatomi dan bentuk tubuh, bentuk kepala atau nonong, bagian muka, fin dan tail, serta kualitas marking, warna, dan mutiara.
Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Yogyakarta. Sejumlah penghobi dari Klaten, Solo, Sragen, Semarang, hingga Purwokerto juga ambil bagian. Bahkan, terdapat partisipan dari Jawa Barat.
Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa piala, piagam, serta uang pembinaan.
Bima Cup juga bukan sekadar kontes tunggal. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian lima series kontes yang tergabung dalam Pandawa Cup. Adapun kontes yang digelar pada akhir pekan ini merupakan series Bima Cup.
Pembina kegiatan sekaligus Ketua Umum Louhan Club Indonesia (LCI), Welly Luxza Pradana, turut mendukung rangkaian kegiatan tersebut sebagai wadah bagi penghobi dan komunitas louhan untuk bertemu, berkompetisi, serta memperluas jejaring.
Selain menjadi ajang kompetisi, penyelenggaraan kontes diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha ikan hias, peternak, penghobi, maupun komunitas.
Dengan semakin banyaknya kegiatan komunitas dan kontes ikan hias, sektor ikan hias diharapkan dapat berkembang sekaligus menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif dan usaha masyarakat di Kabupaten Sleman.
(Arif/jendelainfo)



