Foto: Panitia Hikari Bima Cup Seri 1 (Pandawa Series) berfoto bersama Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Heri Sulistyo Hermawan, saat penutupan kontes ikan louhan di Sleman, Minggu (30/8/2026).
SLEMAN, jendelainfo.co.id – Setelah vakum sekitar tiga tahun akibat pandemi COVID-19, komunitas penghobi ikan louhan kembali bergeliat di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setelah sebelumnya menggelar kopi darat (kopdar), komunitas kini melanjutkannya dengan Hikari Bima Cup Seri 1 (Pandawa Series) yang berlangsung hingga Minggu (30/8/2026) malam.
Hikari Bima Cup Seri 1 merupakan hasil sinergi Louhan Club Indonesia (LCI) Chapter Jogjakarta bersama Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan ekonomi kreatif sekaligus menggairahkan kembali ekosistem ikan hias di Sleman.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan silaturahmi bagi penghobi ikan hias.
“Dengan adanya kontes ini harapannya bagi masyarakat yang belum mengetahui bagaimana pengelolaan ikan hias, khususnya louhan, mereka akan jadi tahu cara membudidayakan secara baik dan benar,” kata Liem.
Menurutnya, kontes juga menjadi forum bagi komunitas untuk saling berkomunikasi dan berbagi ilmu. Di sisi lain, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan potensi ikan hias Sleman kepada masyarakat yang lebih luas.
“Sleman ini memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan ikan hias. Banyak tokoh dan pelaku ikan hias yang ada di Kabupaten Sleman,” ujarnya.
Liem mengatakan Pemkab Sleman berkomitmen mengembangkan berbagai potensi perikanan, termasuk ikan hias. Kolaborasi antarkomunitas dan pelaku usaha dinilai penting agar sektor tersebut semakin maju.
“Kami tetap menjaga semua potensi yang ada. Masing-masing punya komunitas, masing-masing punya arah, yang harapannya tetap kita kembangkan sehat bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY, Heri Sulistyo Hermawan, mengatakan kontes menjadi momentum untuk menghidupkan kembali aktivitas penghobi louhan yang sempat surut selama pandemi.
“Sudah tiga tahun ini vakum. Saat COVID-19, penghobi ikan-ikan ini memang agak surut,” ujar Heri.
Menurutnya, kegiatan seperti kontes penting untuk membangkitkan kembali minat masyarakat sekaligus menggairahkan pasar ikan hias. Ia berharap event serupa dapat digelar secara rutin, tidak hanya sekali dalam setahun.
“Kalau kita melihat prospek pasarnya, terbuka luas,” katanya.
Heri juga mendorong peningkatan kualitas breeder lokal agar ikan louhan hasil budidaya Yogyakarta mampu menjangkau pasar lebih luas.
“Di Jogja juga ada beberapa breeder yang sudah ahli dan biasa melakukan pembenihan. Inilah yang harus kita upayakan lagi agar kualitas-kualitasnya bisa menjadi lebih bagus,” ujarnya.
Rangkaian Hikari Bima Cup Seri 1 (Pandawa Series) resmi berakhir pada Minggu (30/8/2026) malam. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkuat komunitas, mendorong kualitas budidaya, sekaligus mengembangkan ikan hias sebagai bagian dari ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman.
Heri berharap pengembangan ikan louhan ke depan tidak berhenti sebagai hobi, tetapi mampu berkembang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Kami berharap bahwa kegiatan budidaya ikan hias, utamanya louhan, ini bisa menjadi sumber kehidupan masyarakat kita,” pungkas Heri.
(Arif, jendelainfo)



