Foto: Jajaran Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman bersama Pusparekraf Sleman usai audiensi penguatan kolaborasi untuk mendorong pengembangan dan kemajuan UMKM di Kabupaten Sleman, Selasa (8/9/2026).
SLEMAN, jendelainfo.co.id — Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sleman bersama Perkumpulan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Pusparekraf) Kabupaten Sleman memperkuat sinergi untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berkembang, naik kelas, dan berkelanjutan.
Komitmen kolaborasi tersebut mengemuka dalam audiensi antara Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman dengan Pusparekraf yang digelar di Sleman, Selasa (8/9/2026). Pertemuan berlangsung pukul 09.20 hingga 11.40 WIB dan dihadiri jajaran kedua lembaga.
Dari Dinas Koperasi dan UMKM Sleman hadir antara lain Eko Andri, Bintar, Dias, Astuti, serta dua anggota tim magang. Sementara Pusparekraf diwakili Ketua Agung Sasongko bersama Endi Koesmarhadi, Tommy Virgananda, Evie Rostiana, dan Esty Handayani.
Dalam audiensi tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Sleman memaparkan berbagai program pendampingan bagi pelaku UMKM. Salah satunya pendampingan secara intensif terhadap sekitar 111.000 UMKM di Kabupaten Sleman.
Untuk pendampingan melalui MAS DAKU, bekerja sama dengan berbagai universitas di wilayah kabupaten sleman, saat ini yang sudah berjalan UTY, UII, STIM dan UPN. dan sekemanya 1 UMKM di dampingi beberapa mahasiswa sesuai yang dibutuhkan UMKM.
Eko Andri menjelaskan, pendampingan tidak hanya menyangkut pengembangan usaha, tetapi juga membantu pelaku UMKM memperoleh informasi dan akses terkait berbagai kebutuhan usaha.
Mulai dari pengurusan perizinan, sertifikasi halal, hak kekayaan intelektual (HAKI), hingga akses permodalan yang didukung melalui pembiayaan dari APBD Kabupaten Sleman.
“UMKM kita jembatani agar bisa berkembang. Pendampingan dilakukan mulai dari aspek legalitas, pembiayaan, hingga pengembangan usaha,” ujar Eko dalam audiensi tersebut.
Penguatan pendampingan juga dilakukan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Sejumlah konsultan disiapkan untuk membantu pelaku UMKM sesuai kebutuhan, di antaranya Bintar sebagai konsultan pembiayaan, Edi yang menangani perizinan dan legalitas, serta Rahmad yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia.
Selain pendampingan langsung, Dinas Koperasi dan UMKM Sleman juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi. Salah satunya melalui program MAS DAKU (Mahasiswa Dampingi Pelaku Usaha) yang telah berjalan sejak 2024.
Melalui program tersebut, mahasiswa dilibatkan untuk mendampingi UMKM di lingkungan masing-masing. Mahasiswa UPN Yogyakarta, misalnya, telah mendapatkan pembekalan untuk mendampingi pelaku UMKM di sekitar wilayah mereka, dengan skema satu mahasiswa mendampingi tiga UMKM.
Sejumlah kegiatan pembinaan juga telah berjalan, di antaranya Jumat Lapak Sembada, pembinaan Kopi Mantap, serta berbagai bimbingan teknis (bimtek).
Ketua Pusparekraf Kabupaten Sleman, Agung Sasongko, menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM menjadi bagian penting untuk memperluas manfaat bagi pelaku usaha yang menjadi anggota Pusparekraf.
“Intinya kolaborasi antara Pusparekraf dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman untuk memajukan UMKM dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi pelaku usaha,” kata Agung.
Ia berharap Pusparekraf dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM. Hal tersebut dinilai relevan karena banyak anggota Pusparekraf yang juga berprofesi sebagai pengusaha kecil maupun pelaku home industry dalam skala UMKM.
Agung menambahkan, Pusparekraf juga memiliki sejumlah program yang dapat dikolaborasikan dengan pengembangan UMKM. Salah satunya rencana kegiatan Jatilan Show yang hingga kini masih mencari lokasi yang sesuai.
“Program Jatilan Show sebenarnya sudah ada, tetapi kami masih mencari tempat yang cocok. Nantinya kegiatan tersebut tentu akan melibatkan UMKM,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Sleman juga mendorong Pusparekraf memanfaatkan fasilitas baru PLUT 2 Minggir secara maksimal.
Fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu pilihan tempat bagi Pusparekraf untuk menggelar pertemuan maupun berbagai kegiatan pengembangan UMKM.
Selain itu, Dinas Koperasi dan UMKM Sleman menawarkan peluang kolaborasi penyelenggaraan Festival Ayam Goreng Kalasan yang dapat dikembangkan menjadi salah satu kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.
Audiensi tersebut menghasilkan kesepahaman awal untuk memperkuat komunikasi dan membangun kerja sama yang saling melengkapi antara Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman dengan Pusparekraf.
Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan konkret yang mampu membuka akses pasar, memperkuat kapasitas pelaku usaha, serta menciptakan ruang promosi dan jejaring baru bagi UMKM Sleman.
Dengan potensi jumlah UMKM yang besar serta dukungan berbagai pihak, sinergi pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, dan pelaku ekonomi kreatif dinilai menjadi salah satu kunci agar UMKM Sleman tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh dan naik kelas.
(Arif/jendelainfo)



